Mulai dari denah toko
Gambarkan panjang dan lebar ruang, posisi pintu, kolom, kasir, serta area operasional. Bedakan ruang display dari bagian yang perlu tetap terbuka.
Luas toko saja belum menjelaskan panjang dinding yang dapat digunakan atau posisi lorong tengah. Denah membuat pembahasan penempatan dan jumlah rak lebih jelas.
Pisahkan kebutuhan satu sisi dan dua sisi
Tandai area dinding untuk gondola satu sisi dan rencana lorong tengah untuk gondola dua sisi. Periksa pula pertemuan dinding yang memerlukan rak sudut.
Susun daftar kebutuhan per area sebelum menjumlahkan modul. Perbedaan fungsi penempatan membantu tim membahas konfigurasi rak yang sesuai dengan denah.
Catat kelompok barang dan ukuran kemasan
Daftarkan kategori barang, ukuran kemasan, serta cara pengisian stok. Data tersebut membantu pembahasan susunan ambalan dan jumlah tingkat.
Tuliskan kebutuhan produk berukuran lebih tinggi atau display khusus secara terpisah. Hal ini menghindari penggunaan satu susunan ambalan untuk semua kategori.
Konfirmasi kebutuhan penawaran
Kirim denah, kategori barang, rencana satu sisi dan dua sisi, perkiraan jumlah unit, warna yang diinginkan, serta alamat tujuan kepada tim Master RakIndo.
Periksa kembali dimensi, susunan ambalan, jumlah modul, dan lingkup pengiriman pada penawaran. Jika denah berubah, sampaikan revisinya sebelum konfigurasi disepakati.